Pura-pura Mati, Taktik Capung Betina Menghindari Pejantan Bimbel Jakarta Timur Pura-pura Mati, Taktik Capung Betina Menghindari Pejantan | Bimbel Jakarta Timur

Tempat Bimbel Terdekat Terbaik dan Murah di Jakarta Timur, Rujukan Soal Materi Ujian, Matematika IPA Fisika Kimia Biologi, SD SMP SMA Mahasiswa Guru

                                                                            


    Bimbel Jakarta Timur
    Phone: +62895322288565
    cash
    Jl. Wijaya Kusuma I No.212, RT.1/RW.7, Malaka Sari
    Jakarta, Jakarta Raya 13460
    Artikel/gambar/video berbagai disiplin ilmu seperti matematika, IPA dan ilmu komputasi. Jelajahi pemikiran logis tingkat lanjut, kemampuan konseptual, dan tingkatkan pemahaman siswa pendidikan dasar, menengah, tinggi, guru, dan pendidikan nonformal

    Pura-pura Mati, Taktik Capung Betina Menghindari Pejantan

    Fenomena ini pertama kali ditemukan oleh Rassim Khelifa dari Departement of Evolutionary Biologi and Environmental Studies di Universitas Zurich.
    Share it:
    Ilmu Pengetahuan,Inspirasi,

    | Apa yang kamu lakukan untuk menghindari lawan jenis yang mendekati? Pura-pura mati? Sepertinya tidak mungkin bagi manusia, tapi ini yang dilakukan oleh capung betina. Ya, mereka pura-pura mati dan tidak bergerak untuk mencegah didekati pejantan yang tidak diinginkan. Fenomena ini pertama kali ditemukan oleh Rassim Khelifa dari Departement of Evolutionary Biologi and Environmental Studies di Universitas Zurich. 




    Khelifa tidak sengaja menemukan perilaku capung betina ini ketika ia akan mempelajari efek perubahan iklim pada capung dengan mengamati telur-telur capung Aeshna juncea di pegunungan Alpen. Dalam sebuah studi yang diterbitkan di jurnal Ecology, dia menulis bahwa pada tanggal 5 Juli 2015 "saat saya sedang menunggu di sebuah kolam dekat Arosa, dengan ketinggian sekitar 2.000 meter, saya menyaksikan seekor capung terbang ke tanah sambil dikejar oleh capung lain. Capung yang jatuh adalah betina, lalu dia terbaring tak bergerak dan terbalik di tanah."

    Capung jantan melayang beberapa detik di atas capung betina yang tak bergerak lalu pergi. Khelifa tadinya menyangka capung betina itu mati atau tak sadarkan diri. Tapi ia terkejut ketika capung itu terbang ketika ia dekati. Selama beberapa bulan kemudian, Khelifa mendokumentasikan puluhan kasus di mana capung betina akan menabrak tanah dan pura-pura mati saat dikejar oleh capung jantan. Dia juga melihat perilaku reproduksi A. juncea untuk mencoba mengetahui mengapa wanita akan melakukan ini.

    Pengamatannya menunjukkan bahwa capung betina akan tiba di kolam dimana capung jantan menunggu untuk kawin. Jantan akan mencegat betina di udara sebelum berkopulasi di suatu tempat di dekatnya. Capung jantan lalu pergi menjauh dan meninggalkan betina untuk bertelur sendiri tanpa perlindungan. "Betina menjadi rentan terhadap pemaksaan jantan pada saat itu karena laki-laki yang berkomplot terus berpatroli di setiap sudut kolam untuk mencari pasangan," tulis Khelifa.
    .
    Lebih jauh, ia mencatat bahwa betina yang berusaha pura-pura mati itu baru saja merawat telurnya atau dalam perjalanan untuk merawatnya kembali. Capung wanita biasa bersembunyi diantara vegetasi untuk mencari makanan, selain itu juga memilih tempat bertelur tersembunyi di antara tanaman. Capung jantan bergantung pada gerakan dan warna untuk mendeteksi keberadaan betina, sehingga mereka tidak dapat menemukan betina yang terbaring beku ditanah karena berpura-pura mati atau bersempunyi diantara rerumputan.

    Capung betina tetap rawan dikejar capung jantan ketika dalam perjalanan menuju dan dari lokasi tersebut, maka mereka berusaha menghindar dengan berpura-pura mati. Dari total 35 capung betina yang diamati, ada 27 betina yang mencoba berpura-pura mati dan yang berhasil adalah 21.

    capung terbang
    Capung Terbang

    Untuk capung betina, kawin dengan satu jantan saja sudah cukup untuk membuahi seluruh telur mereka. Jika mereka berkopulasi lagi maka akan merusak saluran reproduksi mereka. Hal ini dikarenakan pada spesies ini, capung jantan memiliki kemampuan untuk menarik keluar sperma pejantan yang sebelumnya sudah ada pada saluran reproduksi betina. Maka untuk capung betina, memiliki pasangan lebih dari satu adalah hal yang tidak menguntungkan
    Share it:

    Ilmu Pengetahuan

    Post A Comment:

    0 comments:

    Terimakasih atas komentar yang sopan, bijak, dan koreksinya (bilamana ada kesalahan, karena saya hanya manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan) ^_^

    lt;noscript>